dewi sri serakah?
5 April 2009 at 8:30 pm | In Uncategorized | 4 CommentsSaat ini di desa kami bukan musim panen. Musim tuai padi itu sudah beberapa minggu yang lalu. Padi yang telah dituai dan dibawa pulang, kini sudah kering terjemur. Ada yang sudah mulai nongkrong di lumbung, di pendopo tengah, dan tempat lain yang biasa kami gunakan untuk menyimpan padi kering. Ada juga yang sudah sampai selepan (tempat penggiligan padi). Mereka semua dikuliti dengan mesin. Berasnya sebagian juga sudah kami tanak dan tecerna secara mekanik maupun kimiawi di dalam tubuh kami.
Foto ini saya ambil secara diam-diam beberapa hari yang lalu. Bakal sesaji untuk Sang Dewi Padi, lagi. Ada kinang (tembakau), bunga melati dan kemiri. Semuanya bersatu dalam wadah yang terbuat dari daun pisang. Wadah itu dibentuk menyerupai kapal. Tidak jauh dari tempat itu, ada beberapa pisang. Dapat dipastikan pisang itu bakal ikut nimbrung dengan “awak kapal” yang lain.
Ini musim tanam. Petani di desa kami tetap saja mempersembahkan sesaji untuk Dewi Sri. Entah para petani yang loyalitasnya kepada Dewi Sri yang tinggi ataukah Dewi itu sendiri yang serakah sehingga bukan hanya minta persembahan sewaktu musim tuai, tetapi juga musim tanam.
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.




